Belajar Cinta dari Alfiyyah Part 6
Belajar Cinta dari Alfiyyah Part 6
"Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari.
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi,
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini,
Tawa candamu menghibur saatku sendiri,
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa.
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati "
Takukah anda itu lagu siapa?? Yaps betul, Penggalan lirik lagu diatas adalah lagu yg dibawakan oleh RAN dg judul "Dekat di Hati".
Dalam lika liku percintaan, terkadang keadaan mengharuskan perpisahan sementara waktu,. Bahasa gaulnya sih LDR.an..hehe. Tp meskipun seperti itu, kalau memang benar2 Cinta, Jarak jauh sekalipun tak mampu memadamkan api cinta ko. Karena cinta yg hakiki tdk akan luntur cuma dg jarak. (So swettt..hehe).
Hal tersebut bila dikaitkan dg bait alfiyyah cocok dengn bait nomor 266.
وعلقة حاصلة بتابع # كعلقة بنفس الاسم الواقع
# Hubungan dhomir yg timbul dari isim taabi’ ( mengikuti isim yg asal)
#Hakikatnya sama saja dengan hubungan dhomir yang timbul dari isim asal tersebut.
Bait ini menjelaskan tentang syaagil dalam istighol. Persambungan syaghil dan isim sabiq yang terjadi melalui dhamir yang dibawa kalimat pengikut (tabi’) mencukupi untuk menjadi penyambung sebagaimana dhamir penyambung yg ada di isim syaghil sendiri. Fahimtumm??? Ya, dalam bab istighal ‘amil an al-ma’mul ini termasuk bagian yang rumit untuk dijelaskan. Namun dalam menerangkan bab ini biasanya menggunakan contoh sebgai brikut.
"Zaidan dharabtu ghulamahu" (si Zaid, saya pukul pembantunya). Kata ganti "hu" merupakan isim dhamir yg harus ada untuk menghubungkan amil (dharabtu) dengan "zaidan" sebagai isim sabiq yg semula adlah ma’mul. Keberadaan kata ganti penghubung itu boleh juga menempat pd kata yang menjadi sifat dari kata yg jadi ma’mul fiil. Contoh "Zaidan dharabtu ghulaman yadhribuhu" (si Zaid, saya pukul pembantu yang memukul Zaid). Semoga tdk tambah pusing ya..hehehehe.
Begitupun pasngan yang melakukan hubungan jarak jauh atau LDR.an. Chating, menelpon atau bahkan melihat foto kekasihnya saja, dpt mengobati rindu yang menggebu-gebu, layaknya bertemu secara langsung empat mata. Tpi perlu diapreasi juga ya yg menjalankan LDR an..hehe. Karena LDR an bisa dibilang mudah2 suliit, rasa kangen setiap hari sudah pasti dan disisi lain dpat mengurangi potensi untuk melakukan perzinahan. Minimal zina mata deh..hhihi.
"Cinta yg jauh dan jarang bertemu akan digantikan dg cinta yg dekat dan akrab" [Mario Teguh]
#alfiyyahibnumalik
#bait266
#santrimenoro
#mahasiswauinjogja
#jogjaistimewa.
"Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari.
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi,
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini,
Tawa candamu menghibur saatku sendiri,
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa.
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati "
Takukah anda itu lagu siapa?? Yaps betul, Penggalan lirik lagu diatas adalah lagu yg dibawakan oleh RAN dg judul "Dekat di Hati".
Dalam lika liku percintaan, terkadang keadaan mengharuskan perpisahan sementara waktu,. Bahasa gaulnya sih LDR.an..hehe. Tp meskipun seperti itu, kalau memang benar2 Cinta, Jarak jauh sekalipun tak mampu memadamkan api cinta ko. Karena cinta yg hakiki tdk akan luntur cuma dg jarak. (So swettt..hehe).
Hal tersebut bila dikaitkan dg bait alfiyyah cocok dengn bait nomor 266.
وعلقة حاصلة بتابع # كعلقة بنفس الاسم الواقع
# Hubungan dhomir yg timbul dari isim taabi’ ( mengikuti isim yg asal)
#Hakikatnya sama saja dengan hubungan dhomir yang timbul dari isim asal tersebut.
Bait ini menjelaskan tentang syaagil dalam istighol. Persambungan syaghil dan isim sabiq yang terjadi melalui dhamir yang dibawa kalimat pengikut (tabi’) mencukupi untuk menjadi penyambung sebagaimana dhamir penyambung yg ada di isim syaghil sendiri. Fahimtumm??? Ya, dalam bab istighal ‘amil an al-ma’mul ini termasuk bagian yang rumit untuk dijelaskan. Namun dalam menerangkan bab ini biasanya menggunakan contoh sebgai brikut.
"Zaidan dharabtu ghulamahu" (si Zaid, saya pukul pembantunya). Kata ganti "hu" merupakan isim dhamir yg harus ada untuk menghubungkan amil (dharabtu) dengan "zaidan" sebagai isim sabiq yg semula adlah ma’mul. Keberadaan kata ganti penghubung itu boleh juga menempat pd kata yang menjadi sifat dari kata yg jadi ma’mul fiil. Contoh "Zaidan dharabtu ghulaman yadhribuhu" (si Zaid, saya pukul pembantu yang memukul Zaid). Semoga tdk tambah pusing ya..hehehehe.
Begitupun pasngan yang melakukan hubungan jarak jauh atau LDR.an. Chating, menelpon atau bahkan melihat foto kekasihnya saja, dpt mengobati rindu yang menggebu-gebu, layaknya bertemu secara langsung empat mata. Tpi perlu diapreasi juga ya yg menjalankan LDR an..hehe. Karena LDR an bisa dibilang mudah2 suliit, rasa kangen setiap hari sudah pasti dan disisi lain dpat mengurangi potensi untuk melakukan perzinahan. Minimal zina mata deh..hhihi.
"Cinta yg jauh dan jarang bertemu akan digantikan dg cinta yg dekat dan akrab" [Mario Teguh]
#alfiyyahibnumalik
#bait266
#santrimenoro
#mahasiswauinjogja
#jogjaistimewa.
Belajar Cinta dari Alfiyyah Part 6
Reviewed by Belajar Membaca
on
Februari 05, 2017
Rating:
Reviewed by Belajar Membaca
on
Februari 05, 2017
Rating:


Tidak ada komentar