Belajar Cinta dari alfiyyah Part 7
Belajar Cinta dari alfiyyah Part 7
Engkau teman karibku lebih dari saudara,
Jgnkan makn minum tidur kita berdua,
Bukankah engkau tahu dia itu milikku,
Nmun begitu tega kau rampas segalanya,
Inikah balasannya ahklak teman setia."
Penggalan bait lagu Mansyur S diatas mewakili bagaimana seorang teman yg tega menikung sahabtnya sendiri bagai pagar mkan tanaman. Ya, Tikung menikung pacar org sepertinya sudh jdi trend di lingkungn pertemanan.
Tapi simak deh bait alfiyyah kali ini, yg mengajarkan etitut percintaan..hehe.
و هل فتى فيكم، فما خل لنا #........................
# Apakah sudh ada seorang laki-laki di sampingmu? Karena saya belum memiliki kekasih.
#.......
Bait berikut merupakan contoh dari bentuk mubtada yg terbentuk dari isim nakiroh.
Etika dalm menyatakan cinta adalh mengobservasi dahulu calon pasangan kita, apakah dia sudah ada yg melamar atau belum, apakah dia sudah punya kekasih atau belum.
Karena secara etika mengambil kekasih teman sangat tidak dibenarkan. Karena pasti akan selalu ada hati yang terluka. Disamping dalam islam sendiri, melamar lamaran orang sangatlah dilarang.
Walaupun, memang kita tdk bisa memilih jatuh cinta kpd siapa atau banyolan sebelum janur kuning melengkung masih milik kita bersama. Tpi kita seharusnya bisa mengontrol rasa cinta itu. Terutama perasaan cinta yg muncul pd seseorang yg bukan seharusnya, seperti pcar shabat sendiri.
Karena cinta itu juga harus dilandasi dengan adab dan tatakrama. Sebab mencintai sesungguhnya dibawh kuasa kita. PENUH. Sebab dalm lingkup sosial naluri-naluri “kebinatangan” kita akan diatur sedemikian rupa melalui nilai dan norma. Dalm nilai norma kita belajar hal yg dianggap baik dan pantas. Apakh menikung pacar orang adalh suatu hal yg baik? Tentu saja tidak.
Karena tikung menikung, bukanlah suatu tatakrama.
"Pandanglah segala seseatu itu dari kaca mata org lain, apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari org lain pula."
#alfiyyahibnumalik
#bait126
#santrimenoro
#mahasiswauinjogja
#jogjaistimewa
Engkau teman karibku lebih dari saudara,
Jgnkan makn minum tidur kita berdua,
Bukankah engkau tahu dia itu milikku,
Nmun begitu tega kau rampas segalanya,
Inikah balasannya ahklak teman setia."
Penggalan bait lagu Mansyur S diatas mewakili bagaimana seorang teman yg tega menikung sahabtnya sendiri bagai pagar mkan tanaman. Ya, Tikung menikung pacar org sepertinya sudh jdi trend di lingkungn pertemanan.
Tapi simak deh bait alfiyyah kali ini, yg mengajarkan etitut percintaan..hehe.
و هل فتى فيكم، فما خل لنا #........................
# Apakah sudh ada seorang laki-laki di sampingmu? Karena saya belum memiliki kekasih.
#.......
Bait berikut merupakan contoh dari bentuk mubtada yg terbentuk dari isim nakiroh.
Etika dalm menyatakan cinta adalh mengobservasi dahulu calon pasangan kita, apakah dia sudah ada yg melamar atau belum, apakah dia sudah punya kekasih atau belum.
Karena secara etika mengambil kekasih teman sangat tidak dibenarkan. Karena pasti akan selalu ada hati yang terluka. Disamping dalam islam sendiri, melamar lamaran orang sangatlah dilarang.
Walaupun, memang kita tdk bisa memilih jatuh cinta kpd siapa atau banyolan sebelum janur kuning melengkung masih milik kita bersama. Tpi kita seharusnya bisa mengontrol rasa cinta itu. Terutama perasaan cinta yg muncul pd seseorang yg bukan seharusnya, seperti pcar shabat sendiri.
Karena cinta itu juga harus dilandasi dengan adab dan tatakrama. Sebab mencintai sesungguhnya dibawh kuasa kita. PENUH. Sebab dalm lingkup sosial naluri-naluri “kebinatangan” kita akan diatur sedemikian rupa melalui nilai dan norma. Dalm nilai norma kita belajar hal yg dianggap baik dan pantas. Apakh menikung pacar orang adalh suatu hal yg baik? Tentu saja tidak.
Karena tikung menikung, bukanlah suatu tatakrama.
"Pandanglah segala seseatu itu dari kaca mata org lain, apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari org lain pula."
#alfiyyahibnumalik
#bait126
#santrimenoro
#mahasiswauinjogja
#jogjaistimewa
Belajar Cinta dari alfiyyah Part 7
Reviewed by Belajar Membaca
on
Februari 05, 2017
Rating:

Tidak ada komentar