Mendengarkan Kebenaran
Pernahkan kita merasa agama, kelompok atau organisasi yang kita
anut paling benar sendiri? Menyalahkan, mencela, bahkan mengkafir-kafirkan kelompok
yang lain? Jika hal itu masih terbesit dalam pikiran kita, kemungkinan besar kita
sedang terserang penyakit fanatisme. Fanatisme beragama, berkelompok atau
berorganisasi. Padahal dalam diri orang lain, kelompok atau organisasi lain
yang berseberangan dengan pemahaman kita kemungkinan terdapat juga sisi-sisi
kebenaran dan kemungkinan selama ini yang kita yakini “pasti benar” sebenarnya “mungkin
saja keliru” bukan?
Memang, penyakit fanatisme cenderung menjebak kita untuk melihat sisi lain secara tidak bijak, bahkan lebih sering melihat sisi lain sebagai bagian dari sisi negatif yang harus dihindari. Maka tidak mengherankan jika banyak orang menutup mata dan telinganya rapat-rapat, antipati atau menolak mentah-mentah karena tidak siap mendengar, melihat dan menerima kenyataan-kenyataan yang berseberangan dengan pemahamanya. sehingga tanpa disadari fanatisme memenjarakan kita terhadap pilihan lain di luar sana yang mungkin saja pilihan di luar sana lebih tepat atau lebih mewakili kita.
Terjebak dalam fanatisme kelompok, terjerumus
dalam fanatisme sektarian justru akan berdampak buruk pada hablu min an-nās
(hubungan horizontal). Cenderung dapat memicu ketegangan dan ketidaknyamanan. Agar terhindar dari fanatisme, mari kita belajar melalui surat
Al-Hujarat ayat 11 yang secara tegas melarang seorang mu’min untuk bersikap benar
sendiri atau merasa kelompoknya sendiri yang paling benar, lalu mecela,
menyalahkan atau menberi label-label negatif pada kelompok tersebut. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah satu
kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olok
itu lebih baik dibanding mereka yang mengolok-olok...” (Q.S Al-Hujarat : 11)
Dalam satu sisi yang lain, fanatisme bukan hal
yang buruk, fanatisme sah-sah saja manakala porsi dan tempatnya tepat. Misal fanatik
terhadap persatuan, kapanpun dan bagaimanapun persatuan harus terjaga. Fanatik terhadap
perdamaian, pokoknya bagaimanapun caranya tetap harus damai. Lalu bagaimana sebenarnya
menyikapi fanatisme?
Mencoba untuk tidak terjebak dalam fanatisme (fanatik
anti fanatisme, hehehe), berusahalah menggali informasi secara berimbang, jika
tidak menemukan informasi berimbang, maka kurangi satu sisi informasi. Karena
apa? semua memiliki kesempatan, semua memiliki kemungkinan dan semua
memiliki sisi sudut pandang yang berbeda. Ini dapat diilustrasikan dengan tuan
rumah yang menghidangkan aneka minuman dalam berbagai ukuran gelas. Setiap orang
dipersilahkan memilih jenis minuman yang tersedia dan mengisinya dengan salah
satu ukuran gelas yang tersedia. Nah, demikian itu jugalah aneka pendapat antara
satu golongan dengan golongan yang lain dihidangkan. Semua berpotensi salah
atau benar.
x
x
Mendengarkan Kebenaran
Reviewed by Belajar Membaca
on
Juni 24, 2019
Rating:
Reviewed by Belajar Membaca
on
Juni 24, 2019
Rating:


Tidak ada komentar