Perbandingan Perkembangan Studi Islam di Negara Barat dan Timur
PERBANDINGAN PERKEMBANGAN STUDI
ISLAM DI NEGARA BARAT DAN NEGARA TIMUR
Oleh: Muhammad Muhajir
A.
Sejarah Perkembangan Studi Islam di
Dunia Timur
Perkembangan agama Islam tdak lepas dari perembangan
ilmu pengetahuan dunia/ umum. Tepatnya pada
akhir periode madinah sampai dengan 4 H, fase pertama pendidikan Islam
masih di masjid-masjid dan rumah-rumah,
dengan ciri hafalan. Namun sudah diperkenalkan logika matematika, ilmu alam,
kedokteran, kimia, musik, sejarah dan geografi. Selama abad ke-5 H, selama
periode Khalifah Abbasyiah, sekolah-sekolah didirikan di kota-kota dan mulai
menempati gedung-gedung besar, bukan lagi masjid, dan mulai yang bersifat
intelektual, ilmu alam dan ilmu sosial.
Berdirinya sistem madrasah adalah di abad 5 H/akhir
abad 11 M, justru menjadi titik balik kejayaan. Sebab madrasah dibiayai dan
diprakarsai negara. Kemudian madrasah menjadi alat penguasa untuk
mempertahankan doktrin-doktrin terutama oleh Kerajaan Fatimah di Kairo.
Sebelumnya di sekolah ini diajarkan kimia, kedokteran, filsafat, diganti hanya
mempelajari tafsir, kalam fiqih dan bahasa. Matematika hilang dari kurikulum
Al-Azhar tahun 1748 M. Memang pada masa kekhalifahan Abbasyiah Al-Ma’mun
(198-218 H/813-833 M), sebelum hancurnya aliran Mu’tazilah, ilmu-ilmu umum yang
bertitik tolak dari nalar dan kajian-kajian empiris dipelajari di madrasah.
Pengaruh
Al-Ghazali (1085-1111 M) disebut sebagai awal pemisahan ilmu agama dengan ilmu
umum. Ada beberapa kota yang menjadi pusat kajian Islam di zamannya, yaitu
Nisyapur, Baghdad, Kairo, Damaskus dan Jerussalem. Ada empat perguruan tinggi
tertua di dunia muslim, yaitu (1) Nizhamiyah di Baghdad (2) Al-Azhar di Kairo
Mesir (3) Cordova (bagian barat) dan (4) Kairwan Amir Nizam Al-Muluk di Maroko.
B. Sejarah Perkembangan Studi Islam di Dunia Barat
Kemajuan peradaban barat dimulai pada Periode
Pertengahan (1250-1800 M), yang mana peradaban Islam pada periode ini
mengalami stagnasi. Sedangkan peradaban barat mengalami perkembangan yang
sangat pesat dari ilmu pengetahuan dan teknologi sampai sekarang ini.
Sebenarnya perkembangan tersebut banyak dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan Islam.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Andalusia (Spanyol) pada massa pemerintahan Bani
Abbasiyah adalah merupakan salah satu tempat yang paling utama bagi Eropa dalam
menyerap peradaban Islam baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun
perekonomian dan peradaban antar negara. Salah satu contoh
adalah pemikiran Ibnu Rusyd yang melepaskan belenggu taklid dan menganjurkan
kebebasan berfikir.
Dari pemikiran Ibnu Rusyd inilah yang menarik minat orang-orang barat untuk
belajar. Diantara pemuda Kristen Eropa
yang belajar di Universitas-Universitas Islam di Andalusia, seperti Universitas
Codova (pendirinya abd Al Rahman III), Seville, Malaga, Granada dan Salamanca.
Selama mereka belajar di lembaga-lembaga tersebut, mereka aktif menterjemahkan
buku-buku karya para ilmuan muslim. Pusat kegiatan terjemahan itu berada di
Toledo. Setelah mereka kembali kenegara masing-masing, mereka mendirikan
Sekolah-sekolah dan Universitas. Universitas yang pertama mereka dirikan di
Eropa pada tahun 1231 Masehi.
Jadi sudah jelaslah, bahwa latar belakang
Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan para pelajar barat
yang datang ke Jazirah Arabiyah untuk belajar. Disamping itu juga mereka telah
berhasil menterjemahkan karya-karya ilmuan muslim kedalam bahasa latin.
C. Perbedaan Antara
Keduannya
·
Studi
Islam di dunia Timur bersumber atau diperoleh daru ulama’- ulama’ Islam itu
sendiri, sedangkan Studi Islam di dunia Barat awalnya mengadopsi dari ilmu-ilmu
dunia Timur
·
Adapun
dari sisi kelembagaan atau institusi, studi Islam di negara-negara non-Muslim
(Barat) tidak selalu dengan nama Islamic Studies, tetapi dengan berbagai nama,
semisal Middle East Studies, Near Eastren Studies, Religious Studies,
Comperative Religious dan lain-lain.
·
Perkembangan
studi islam di Negara-Negara Barat, Studi Islam mensyaratkan kajian intensif
tentang bahasa Arab sebagai bahasa. Diantara pemula pakar bahasa Arab dari
Jerman adalah Johann Jokab Reiske (1716-1774). Kajian-kajian bahasa Arab
berkembang secara luas di Eropa sejak permulaan abad ke-19. salah satu dari
ahli-ahli dalam bidang ini adalah seorang sarjana Perancis A.I. sylvestre de
Sacy (1758-1838).
·
Di negara
Barat juga dalam studi teks hanya dapat dilakukan berdasarkan pada
pengetahuan yang solid tentang bahasa Arab dan bahasa islam yang lain, seperti
bahasa Persia, Turki, Urdu dan melayu-termasuk di dalamnya kritik teks dan
sejarah kesustraan. Dengan demikian edisi-edisi dari teks-teks tersebut
dianggap sebagai pra-syarat dalam kajian-kajian tekstual.
·
Keahlian
dalam kajian teks, pada gilirannya, merupakan pra-syarat dalam kajian sejarah.
Termasuk didalamnya berbagai kajian terhadap para sejarawan muslim. Sebagian
besar Studi Islam saat ini di Negara-negara Barat lebih bisa dipahami dengan
latar belakang perkembangan histories. Sejarah Studi Islam merupakan sebuah
kajian tersendiri; dalam kesempatan ini barangkali cukup untuk mengacu pada
sebuah monograf yang berkaitan dengan persoalan tersebut, serta sebuah kajian
yang memfokuskan pada lima islamolog terkemuka pada 100 tahun pertama studi Islam.
Perbandingan Perkembangan Studi Islam di Negara Barat dan Timur
Reviewed by Belajar Membaca
on
Maret 24, 2016
Rating:

Tidak ada komentar