Nyinyir Film The Santri???
Nyinyir Film The Santri???
Oleh : Muhammad
Muhajir
Pamor santri di Indonesia semakin hari semakin bersinar. Saya yang
gini-gini pernah nyantri juga ikut merasa bangga telah menjadi bagian
kecil dari santri. Apalagi yang terbaru ini, para santri telah mempersiapkan
film The Santri yang akan tayang pada peringatan Hari Santri Oktober mendatang.
Menurut laman nu.or.id, The Santri merupakan
film yang diinisasi PBNU (Pengurus Besar Nahdhatul Ulama) melalui NU Channel
yang bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng serta Penata musik
Purwacaraka.
Film yang disutradarai oleh Livi Zheng ini meskipun belum tayang perdana namun sudah menuai polemik. Ada yang mengencam film ini adalah produk kafir, film liberal yang dibungkus embel-embel Islam, film yang tidak sesuai dengan syariat Islam, tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah dan masih banyak lagi nyinyiran yang lain.
Film yang disutradarai oleh Livi Zheng ini meskipun belum tayang perdana namun sudah menuai polemik. Ada yang mengencam film ini adalah produk kafir, film liberal yang dibungkus embel-embel Islam, film yang tidak sesuai dengan syariat Islam, tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah dan masih banyak lagi nyinyiran yang lain.
Saya sendiri binggung dan merasa tidak adil atas nyinyiran
para netizen yang mengomentari film tersebut hanya bermodal tontonan trailer satu menit
tiga puluh dua detik. Hal tersebut ibarat mendengar berita sepotong-sepotong kemudian berkomentar dan menyesatkan. kemudian yang akan terjadi apa? timbul fitnah dan melebar menjadi hoax yang biasanya merugikam salah satu pihak. Kita
ambil contoh film yang baru viral dengan berbagai hujatannya, yaitu film Dua
Garis Biru. Film yang dihujat sebagai film pornografi, film kampanye seks bebas,
film tanpa unsur pendidikan dan hujatan-hujatan yang lain karena hanya bermodal
melihat trailer tanpa menonton langsung ke Bioskop secara utuh. Namun apa yang bisa
kita ambil pelajaran setelah melihat keseluruhan film tersebut? Ternyata film tersebut sebenarnya bertujuan untuk memberikan
pendidikan seks bagi para generasi muda dan keluarga mereka yang memang masih
jarang diberikan kepada anak-anak dan masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu.
Mengutip laman nu.or.id, Imam Pituduh selaku executive
producers mengatakan bahwa film The Santri akan memuat nilai-nilai santri dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren. selain itu juga film tersebut mengangkat sisi kemandirian, kesederhanaan serta toleransi dan kecintaan terhadap tanah air. Zheng selaku sutradara juga menjelaskan dalam film ini ia tidak hanya menampilkan sisi lain santri, tetapi juga mengenalkan budaya Indonesia ke seluruh dunia.
Mengenai nyinyiran kok filmnya ada ikhtilat (bercampur), khalwat (berdua-duaan tanpa mahram), tabaruj (menampakan aurat yang
menimbulkan syahwat laki-laki non mahram), apakah itu budaya santri? Disini
saya tidak mau berkomentar lebih jauh karena saya sendiri belum melihat secara
keseluruhan film tersebut, tapi yang saya mau sampaikan, dulu ada sinetron
Pesantren Rock and Roll disalah satu TV nasional lho, kenapa kalian tidak
protes, nyinyir, dan benci? Padalah menurut saya sendiri sinetron
tersebut tidak mencerminkan santri sama sekali. Nah lhooo...
Mengenai nyinyiran santri membawa tumpeng
ke Gereja dianggap sebagai toleransi yang berlebihan? Saya hanya ingin
berkomentar orang yang hatinya sudah haqul
yaqin dan memahami Islam secara mendalam, dalam keadaan dan kondisi apapun
hatinya tidak akan bergeming dan merubah keyakinanya kepada Allah. (Mungkin) orang
yang masih anti kepada Gereja hanyalah orang-orang teoritis yang memahami agama
atas dasar dalil man qola man qola, seolah paling suci sendiri, punya lapak di
surga, mengatakan ini liberal, ini kafir, dan sebagainya padahal merekapun
hatinya (mungkin) masih penuh keraguan dan ketakutan, bahkan lebih lucu lagi jika
melihat salib hatinya menggigil takut mengurangi imanya apalagi melihat Gereja hatinya
bisa kejang-kejang kali ya..hehe.
Pada akhirnya, bagi
netizen yang suka nyinyir-nyinyir tidak jelas, mulai sekarang jadilah
netizen yang cerdas dalam bernyinyir ya. Lihat dulu filmnya sampai selesai nanti bulan
Oktober mendatang, habis itu boleh deh nyinyir sepuasnya..hehe.
Nyinyir Film The Santri???
Reviewed by Belajar Membaca
on
September 17, 2019
Rating:
Reviewed by Belajar Membaca
on
September 17, 2019
Rating:


Tidak ada komentar